{"id":157,"date":"2011-06-17T10:42:26","date_gmt":"2011-06-17T03:42:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157"},"modified":"2011-06-17T10:42:26","modified_gmt":"2011-06-17T03:42:26","slug":"peran-penting-iapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157","title":{"rendered":"PERAN PENTING IAPI"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong><a href=\"http:\/\/www.iapi-jatim.org\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/pak-yus-kecil1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-179\" title=\"pak yus\" src=\"\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/pak-yus-kecil1.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a>Pendahuluan<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Begawan Ekonomi Indonesia, Profesor Soemitro Jojohadikusumo pada tahun 80 an, di masa Orde Baru sudah mensinyalir <\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong>30-50 persen<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"> kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Suatu angka prosentase yang pada saat itu masih \u2018tabu\u2019 untuk dibicarakan dimedia masa tentunya. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Sekarang masa telah berganti sang Begawan telah pergi dipanggil Ilahi, pemerintah setelah Presiden Suharto telah berganti selama 4 kali, Bp.Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati, dan sekarang Bp.SBY Presiden kita untuk yang kedua kali masa jabatannya. Pada saat masa pemerintahan Gus Dur muncul UU No. 30 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sejak undang-undang itu lahir mulailah pemberantasan korupsi tidak menjadi tabu lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menurut laporannya, proses pengadaan barang dan jasa institusi pemerintah merupakan lahan subur terciptanya praktik-praktik KKN. <\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Sepanjang 2006 kasus korupsi yang ditangani KPK, <\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong>77%<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">-nya adalah terkait dalam hal Pengadaan barang dan jasa . pada 2007 kasus pengadaan barang dan jasa <\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong>masih tetap men-dominasi<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"> kasus korupsi yang ditangani KPK. Pada 2008 diindikasikan kebocoran pengadaan barang dan jasa adalah sekitar <\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong>30% \u2013 50%<\/strong><\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Akhir-akhir ini media massa gencar memberitakan tentang banyaknya mantan, Menteri, Gubernur, Bupati dan pejabat Negara yang menyandang status tersangka korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sejumlah nama mantan pejabat negara yang terbukti melakukan pelanggaran dan berdampak merugikan negara. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Bila ditelisik lebih dalam, kasus yang menyeret banyak pejabat negara itu bermuara pada masalah pengadaan barang dan jasa pemerintah (lelang). Para pejabat negara ini menggunakan kekuasaannya dengan penunjukkan langsung yang menyalahi aturan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Data KPK 2005&#8211;2009 menyebutkan sekitar 94% kasus pengadaan barang\/jasa pemerintah dilakukan dengan sistem penunjukkan langsung. Kerugian negara akibat penunjukkan langsung itu mencapai Rp637 miliar. Hal ini semakin menguatkan fakta bahwa penunjukkan langsung merupakan primadona yang dipilih karena ada celah untuk melakukan korupsi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong>Permasalahan<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Apabila kita lebih petakan lagi kenapa kenapa sampai pejabat-pejabat Negara sekelas menteri, Gubernur, Bupati dan ratusan pejabat \u2013 pejabat pemerintahan dibawahnya yang menjadi tersangka korupsi tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Pertama ada kemungkinan para pejabat tersebut tidak tahu tentang aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ada kemungkinan para pejabat tersebut tidak cepat mendapatkan informasi segala peraturan yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah, mereka sering disibukkan dengan masalah kebijakan urusan kebijakan dibandingkan dengan urusan teknis dan administrasi. Bisa juga kemungkinan ada yang memanfaatkan ketidak tahuan para pejabat tesebut, orang itu bisa berasal dari dalam (anak buah) atau pihak penyedia dengan bermacam-macam cara. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Kedua, mungkin sebaliknya para pejabat tahu aturan itu tapi sengaja dilanggar. Ini memang tragis apalagi posisi para pejabat tersebut di birokrasi juga sebagai pengguna anggaran yang mengelola keuangan negara. Sebagai contoh para menteri yang juga menjabat sebagai Pengguna Anggaran, apabila dilanggar maka merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap pelanggaran anggaran tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ketiga, kemungkinan kekurang tahuan penguasaan masalah pengadaan barang dan jasa. Kekurang tahuan biasanya terletak pada pimpinan proyek atau lebih dikenal dengan pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat\/panitia pengadaan atau mungkin panitia penerima barang\/ pekerjaan keadaan ini biasanya hanya berakibat tidak terlalu besar, seringkali hanya hanya merupakan kasus-kasus pelaporan kepada pihak yang berwenang (Polisi atau Kejaksaan)<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong>Peran Penting IAPI<\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Melihat uraian dan permasalahan diatas maka patutlah para pejabat pelakana APBN\/ APBD menguasai peraturan yang berhubungan dengan pengadaaan barang\/jasa pemerintah. Seiring dengan munculnya perubahan peraturan dari Kepres 80 tahun 2003 ke Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang\/jasa pemerintah maka paraturan ini sudah selayaknya dimengerti oleh pejabat pemerintah mulai dari para menteri sampai tigkat staf pelaksana APBN dan APBD. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Para Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat pengadaan, Unit layanan Pengadaan dan Kelompok kerja harus secepatnya mengusai peraturan ini, sehingga apa yang selama ini dikawatirkan oleh pihak-pihak tersebut diatas bisa tertangani. Dibutuhkan pendamping ahli untuk melaksanakan pekerjaan tesebut. Disinilah peran penting Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) dalam membantu pemerintah untuk melaksanakan pembangunan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Tentunya lambaga pemerintah masing-masing juga memiliki semangat untuk mempelajari dan menerapkan aturan pengadaan barang\/jasa pemerintah secara mandiri selain dapat pula meminta pendampingan dari IAPI. Rasanya banyak cara bagi para pejabat untuk tidak teperosok lagi dalam lubang yang sama dalam kasus pengadaan barang. Sikap hati-hati dan semangat untuk antikorupsi harus ditegakkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Dengan berdirinya IAPI di daerah diharapkan dapat berkiprah antara lain: <\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Memberikan sosialisasi, pendidikan, pelatihan tentang peraturan-peraturan yang baru (Perpres 54 tahun 2010 dan peraturan pendukungnya) tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah di setiap Instansi Pemerintah melalui seminar, workshop dan lain-lain.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Melakukan sosialisasi, pendidikan, pelatihan maupun pendampingan kepada anggota IAPI, PPK dan ULP\/ pejabat pengadaan di instansi pemerintah dan penyedia barang\/ jasa tentang e-procument yang mulai di berlakukan pada tahun 2012.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Melakukan pendampingan, advokasi terhadap anggota IAPI maupun instansi pemerintah<\/span><\/span><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">. IAPI diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh kalangan yang berkaitan dengan pengadaan barang \/ jasa pemerintah. Dan yang paling utama IAPI harus berperan aktif mendorong pengadaan yang bersih dari KKN, para anggotanya diharapkan memberikam contoh yang baik, benar dan professional dalam pengadaan barang \/ jasa pemerintah, Semoga<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">YUSWANTO<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Tahoma,serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ketua\u00a0IAPI DPD Jawa Timur<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Begawan Ekonomi Indonesia, Profesor Soemitro Jojohadikusumo pada tahun 80 an, di masa Orde Baru sudah mensinyalir 30-50 persen kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara &#8230;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":203,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195],"tags":[],"class_list":["post-157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil-iapi-dpd-jawa-timur"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>PERAN PENTING IAPI - DPD IAPI JAWA TIMUR<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PERAN PENTING IAPI - DPD IAPI JAWA TIMUR\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Begawan Ekonomi Indonesia, Profesor Soemitro Jojohadikusumo pada tahun 80 an, di masa Orde Baru sudah mensinyalir 30-50 persen kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ......\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DPD IAPI JAWA TIMUR\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-06-17T03:42:26+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cbb0b08db8cc5ab514c5bbdfa067e5b2\"},\"headline\":\"PERAN PENTING IAPI\",\"datePublished\":\"2011-06-17T03:42:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157\"},\"wordCount\":782,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"articleSection\":[\"PROFIL IAPI DPD JAWA TIMUR\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157\",\"name\":\"PERAN PENTING IAPI - DPD IAPI JAWA TIMUR\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2011-06-17T03:42:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?p=157#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PERAN PENTING IAPI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/\",\"name\":\"DPD IAPI JAWA TIMUR\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#organization\",\"name\":\"DPD IAPI JAWA TIMUR\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/cropped-iapi-logo-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/cropped-iapi-logo-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DPD IAPI JAWA TIMUR\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/cbb0b08db8cc5ab514c5bbdfa067e5b2\",\"name\":\"administrator\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.iapi-jatim.org\\\/?author=6\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PERAN PENTING IAPI - DPD IAPI JAWA TIMUR","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PERAN PENTING IAPI - DPD IAPI JAWA TIMUR","og_description":"Begawan Ekonomi Indonesia, Profesor Soemitro Jojohadikusumo pada tahun 80 an, di masa Orde Baru sudah mensinyalir 30-50 persen kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ......","og_url":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157","og_site_name":"DPD IAPI JAWA TIMUR","article_published_time":"2011-06-17T03:42:26+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"administrator","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#\/schema\/person\/cbb0b08db8cc5ab514c5bbdfa067e5b2"},"headline":"PERAN PENTING IAPI","datePublished":"2011-06-17T03:42:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157"},"wordCount":782,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","articleSection":["PROFIL IAPI DPD JAWA TIMUR"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157","url":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157","name":"PERAN PENTING IAPI - DPD IAPI JAWA TIMUR","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2011-06-17T03:42:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?p=157#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PERAN PENTING IAPI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#website","url":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/","name":"DPD IAPI JAWA TIMUR","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#organization","name":"DPD IAPI JAWA TIMUR","url":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/cropped-iapi-logo-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/cropped-iapi-logo-1.png","width":512,"height":512,"caption":"DPD IAPI JAWA TIMUR"},"image":{"@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/#\/schema\/person\/cbb0b08db8cc5ab514c5bbdfa067e5b2","name":"administrator","url":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/?author=6"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iapi-jatim.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}